Minggu, 16 Mei 2010

Kedelai Tidak Mengurangi Kolesterol Pasca- Menopause
Florida - Mengkonsumsi kedelai selama satu tahun ternyata tidak membantu perempuan pasca-menopause mengurangi kadar kolesterol mereka. Demikian hasil penelitian baru yang dilakukan Dr Sara Chelland Campbell dan koleganya dari Universitas Negeri Florida di Tallahassee, Amerika Serikat.

Temuan ini mematahkan pandangan Food and Drug Administration (FDA) selama satu dekade yang menyatakan produk kedelai memiliki manfaat signifikan terhadap jantung. "Studi ini membuat FDA mengevaluasi kembali pernyataan itu," ujar Sara Chelland Campbell.

Secara medis ketika menstruasi perempuan berhenti, tingkat estrogennya akan menurun, yang pada gilirannya meningkatkan total kadar kolesterol. Nah, kedelai ini mengandung zat estrogen--yang disebut isoflavon--dan dipromosikan bermanfaat bagi perempuan setelah menopause, termasuk pengurangan kadar kolesterol dan memperkuat tulang.

Dari situ penelitian ini menyelidiki kedelai terkait kadar kolesterol pada perempuan pascamenopause. Mereka menyelidiki efek jangka panjang protein kedelai dalam makanan, khususnya 25 gram protein kedelai dan 60 miligram isoflavon setiap hari selama setahun.

Walhasil, total kolesterol dan kadar "kolesterol baik" (HDL) cuma menunjukkan peningkatan kecil pada perempuan yang diberikan produk kedelai. Sementara efek pada kolesterol jahat (LDL) tidak terpengaruh sama sekali, alias tidak ada pengurangan.

Penelitian ini juga menunjukkan tidak ada perubahan yang menguntungkan mengkonsumsi protein kedelai dalam makanan, khususnya 25 gram protein kedelai dan 60 miligram isoflavon setiap hari selama setahun.



HASIL ANALISIS :
KESEHATAN LEBIH PENTING.JAGA KESEHATAN KONSUMSI MAKANAN BERGIZI DAN OLAHRAGA TERATUR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar