Rabu, 07 April 2010

ELSHA INDAH CECILIA,20207399,3EB03 (PENELITIAN TENTANG UTANG TAK TERTAGIH TUGAS RISET AKUNTANSI )

Utang Tak Tertagih Membengkak, Laba Rabobank Turun 17%
WRITTEN BY : ELSHA INDAH CECILIA

Grup Rabobank mencatat penurunan laba bersih sebesar 17%, menjadi EUR 2,3 miliar selama tahun 2009.
"Biaya hutang tak tertagih di Grup Rabobank meningkat disebabkan oleh situasi ekonomi. Laba bersih turun sebesar 17% menjadi EUR 2,3 miliar," ujar Chairman of the Executive Board of Rabobank Group Piet Moerland, dalam keterangan tertulisnya yang diteriam detikFinance di Jakarta Minggu (7/3/2010).
Ditambahkannya, biaya hutang tak tertagih berada di tingkat 48 bps dari tingkat rata-rata pinjaman, rata-rata jangka panjang pada angka 21 bps. Sayangnya, biaya hutang tak tertagih tersebut menurun di semester II 2009, jika dibandingkan semester sebelumnya dan semester II 2008.
"Return on equity (ROE) tercatat meningkat ke 7,5 %. Laba ditahan dan isu hybrid capital instruments berhasil mendukung kenaikan permodalan sebesar 14% menjadi EUR 38 miliar," ungkapnya.
Menurutnya, posisi likuiditas perseroan tercatat kuat dengan permodalan yang terus meningkat. Rasio Toer I naik 1,1 poin menjadi 13,8%.
Selama tahun 2009, Rabobank juga mencairkan pinjaman baru dengan total mencapai EUR 61 miliar. Khusus Belanda, perseroan memperkuat posisi kreditnya sekaligus meningkatkan pangsa pasar di sektor korporasi.
"Rabobank International mencatat penurunan untuk sektor pinjaman, namun pinjaman sektor swasta meningkat 2 % di tingkat kelompok usaha meningkat ke EUR 416 miliar di 2009," kata Moerland.
Selain itu, kantor kantor lokal Rabobank mencatat terjadi peningkatan jumlah simpanan dari nasabah ritel. Total pinjaman meningkat 6 % hingga menjadi sebesar EUR 121 miliar. Sementara itu Robeco mencatat penurunan pada produk simpanan yang menjadi alasan utama turunnya pangsa pasar Grup Rabobank di Belanda.
"Dana simpanan nasabah Robeco turun sebesar 6% menjadi EUR 286 miliar karena turunnya deposito berjangka dari nasabah korporasi di Rabobank International," tuturnya.

HASIL ANALISA PENELITIAN :
Turunnya laba, disebabkan oleh meningkatnya biaya hutang tak tertagih perseroan serta situasi ekonomi yang krisis, khususnya pada semester I 2009.
Untungnya saja Investasi saham para nasabah, juga diuntungkan oleh pemulihan bursa saham setelah melewati tahun 2008 yang berat bagi investasi.
Total dana kelolaan Robeco dan Sarasin meningkat akibat masuknya aset dan imbal hasil positif dari sejumlah investasi di saham.
Dana kelolaan dan penyimpanan dana kustodian Rabobank terus meningkat di tingkat lokal Rabobank dan juga di Schretlen & Co. maka dari itu Dana kelolaaan dan penyimpanan dana di kustodian untuk para nasabah bisa meningkat 25% menjadi EUR 230 miliar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar